marquee

Helloooo..

Kamis, 14 April 2011

Mengigau merupakan acuan jika tubuh kekurangan waktu beristirahat. Yang jelas, menggigau bukanlah curhat seseorang ketika tertidur.


“Kondisi tubuh yang terlalu lelah membuat mekanisme otak jadi kacau. Omongan orang yang sedang menggigau juga tidak ada kaitannya dengan dunia nyata, perasaan yang dipendam, ataupun masalah yang sedang ia hadapi,”ujar sleep technologist dari Sleep Disorder Clinic, RS Mitra Kemayoran Dr. Andreas Prasadja, RPSGT.
Andreas menjelaskan bahwa sebagian otak dalam kondisi terjaga pada saat menggigau terjadi. Bagian otak yang terjaga tersebut hanya cukup untuk membuat seseorang tersebut bicara.
Sedangkan separuh bagian dari otak berada dalam kondisi tidur atau tidak sadar. Itulah sebabnya orang menggigau omongannya ngawur. Kejadian ini biasanya dialami oleh anak kecil.
Menurut American Academy of Sleep Medicine, di Amerika, menggigau terjadi pada hampir 50 persen anak berusia dibawah 10 tahun. Menggigau juga biasanya akan menghilang ketika anak beranjak dewasa.
“Jika masih sering terjadi ketika seseorang sudah dewasa, bisa jadi orang tersebut sangat kekurangan waktu tidur,” imbuh Andreas.
Kurang tidur ini tak boleh dianggap remeh. Sebab bisa menimbulkan berbagai efek tidak langsung yang berbahaya bagi jiwa orang tersebut.
“Tak hanya mendengkur, coba bayangkan jika Anda menyetir kendaraan dalam keadaan ngantuk. Bisa nabrak,” kata Andreas.
Karenanya, Andreas menyarankan agar tiap orang mematuhi anjuran durasi tidur selama delapan jam perhari. Kalau tidak bisa, tebuslah waktu tidur di malam berikutnya atau lakukanlah tidur siang. (mic)
link: http://sehatnews.com/berita/3992-Mengigau-Tanda-Tubuh-Kurang-Istirahat.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar